Liga Inggris: Masih Belum Tajam di Chelsea, Romelu Lukaku Butuh Pendamping Seperti Lautaro Martinez

Liga Inggris: Masih Belum Tajam di Chelsea, Romelu Lukaku Butuh Pendamping Seperti Lautaro Martinez

Penampilan Romelu Lukaku sebagai striker utama Chelsea masih belum sesuai harapan. Harga untuk memboyongnya senilai 115 juta euro atau Rp1,8 triliun dari Inter Milan, sejauh ini tidak sesuai dengan ketajamannya.

Meski sudah ditebus dengan harga mahal, penampilan Lukaku bersama Chelsea masih belum sesuai harapan. Lukaku baru mencetak tiga gol dalam ajang Premier Lague musim ini.

Padahal, Lukaku tampil ganas bersama Inter Milan musim lalu. Dia mampu mencetak 24 gol dari 36 pertandingan di Serie A.

Pemain Belgia berusia 28 tahun tersebut baru mengemas tiga gol dari 11 penampilan bersama The Blues di Premier League. Sebuah perbandingan yang sangat kontras ketika ia masih berseragam Inter Milan.

Ternyata persoalan yang dihadapi Romelu Lukaku di Chelsea adalah karena tidak ada pendamping yang tepat. Mantan striker Chelsea, Tony Cascarino menilai The Blues perlu mendatangkan pemain nomor 10 agar Lukaku bisa tampil garang, yaitu semacam partner di lini depan.


Seperti Lautaro Martinez

Cascarino turut mengomentari masalah yang dialami Lukaku. Menurutnya, Chelsea perlu mendatangkan pemain nomor 10 agar Lukaku bisa tampil garang seperti saat memiliki Lautaro Martinez di Inter Milan.

“Saya telah melihat no.10 di klub lain yang sangat penting. Thierry Henry memiliki Bergkamp, dia adalah pemain no.10 yang fantastis,” kata Cascarino kepada talkSPORT.

“Lukaku memiliki itu dengan Lautaro Martinez di Inter Milan, sekarang dia tidak memiliki rekan seperti itu di Chelsea.”


Bukan Timo Werner

Chelsea sebenarnya punya striker potensial semacam Timo Werner yang ditebus dari RB Leipzig seharga 53 juta euro. Cascarino menilai pemain Jerman tersebut bukan tandem yang tepat untuk Lukaku.

“Timo Werner bukanlah pemain yang bagus dalam hal kemitraan,” lanjut Cascarino.

“Werner sangat naik turun sebagai pemain, tingkat kerja yang luar biasa, keinginan untuk berlari di belakang, dan tidak pernah berhenti mengejar.

“Tapi dia tidak memiliki kualitas nomor sepuluh yang saya pikir dibutuhkan Lukaku.”

Berita Olahraga