Liga Champions: Presiden Liberia dan 4 Pemain yang Pernah Bermain di Manchester City dan Chelsea

Liga Champions: Presiden Liberia dan 4 Pemain yang Pernah Bermain di Manchester City dan Chelsea

arenasportsid    Final Liga Champions 2020/2021 antara Manchester City melawan Chelsea menghadirkan banyak cerita menarik. Satu di antaranya yaitu pemain yang pernah memperkuat kedua kesebelasan.

Ada banyak pemain yang pernah berkostum Manchester City dan Chelsea. Dari sekian banyak, setidaknya ada lima sosok yang pantas untuk diangkat menjadi cerita menarik.

Lima sosok yang hampir semua sudah pensiun itu pernah punya kenangan indah ketika memperkuat Manchester City dan Chelsea. Ini bisa menjadi pengetahuan bagus sebelum final Liga Champions yang digelar di Stadion Do Dragao, Porto, Portugal, Sabtu (29/5) malam waktu setempat, atau Minggu (30/5) dini hari WIB.

Lantas, siapa saja lima pemain tersebut? Berikut nama-nama, dan cerita mereka yang layak diangkat kisahnya:

Frank Lampard

Setelah 13 tahun mengabdi untuk Chelsea, Frank Lampard lebih dari seorang legenda buat tim yang bermarkas di Stamford Bridge itu. Dia dibeli Chelsea dari West Ham United pada 2001 dan keluar pada 2014.

Frank Lampard pergi dari Chelsea karena dianggap sudah kalah bersaing dengan pemain yang lebih muda. Ia kemudian mendapat tawaran kontrak dari New York City, klub MLS Amerika Serikat.

New York City adalah bagian dari grup investor yang menjadi pemilik Manchester City. Alhasil pada 2014/2015, Frank Lampard dipinjamkan ke The Citizens.

Frank Lampard sebetulnya tidak menyangka akan kembali ke Inggris karena alasannya pergi dari
Negeri Ratu Elizabeth itu lantaran tak mau menghadapi Chelsea. Tapi, kontrak terlanjur ditandatangani dengan New York City, dan ia harus mau dipinjamkan ke Manchester City.

Nicolas Anelka

Manchester City adalah klub ketiga Nicolas Anelka ketika beredar di Premier League. Sebelumnya, ia pernah memperkuat Arsenal pada 1997-1998, dan Liverpool pada 2001-2002.

Di Manchester City, Nicolas Anelka bergabung mulai 2002. Statusnya adalah pemain yang dibeli dari Paris Saint-Germain (PSG), setelah pada 2001-2002 dipinjamkan ke Liverpool.

Ketika itu, Manchester City belum menjadi klub kaya. Nicolas Anelka bermain di sana hingga 2005, setelah itu pindah ke Fenerbahce dan sempat pula ke Bolton Wanderers.

Bergabung dengan Bolton Wanderers dari 2006-2008, performa Nicolas Anela membaik lagi. Chelsea pun datang menyodorkan kontrak untuk musim 2008-2012.

Kevin De Bruyne

Pemain asal Belgia ini dibeli Chelsea dari Genk pada 2012. Ketika itu, Kevin De Bruyne masih berusia 21 tahun saat direkrut The Blues.

Namun pada musim pertamanya bersama Chelsea, Kevin De Bruyne langsung dipinjamkan ke Werder Bremen. Semusim disekolahkan ke klub Jerman itu, ia lalu dipanggil pulang dan dapat kesempatan di musim 2013/2014.

Tapi, ia dianggap tidak bisa bersaing sehingga Chelsea menjualnya ke VfL Wolfsburg. Namun ternyata, penampilannya di sana meledak hingga akhirnya pada 2015 Manchester City datang dengan tawaran menggiurkan. Hingga sekarang, Kevin De Bruyne masih menjadi andalan lapangan tengah The Citizens.

Daniel Sturridge

Namanya pertama kali muncul di orbit Premier League pada 2006. Setelah tiga tahun menimba ilmu di akademi Manchester City, pemain yang bermain di posisi striker itu lalu dapat promosi ke tim utama.

Daniel Sturridge bermain untuk The Citizens pada 2006-2009. Namun, tidak ada gelar juara yang ia dapatkan bersama Manchester City. Tapi, bisa dimaklumi karena pada waktu itu The Citizens belum diunggulkan.

Meski begitu, Daniel Sturridge tetap mampu menarik perhatian Chelsea. Terbukti pada 2009, ia disodori kontrak hingga 2013. Namun pada setengah musim 2010/2011, ia sempat dipinjamkan ke Bolton Wanderers.

George Weah

Manchester City dan Chelsea beruntung pernah diperkuat pemain sepak bola yang setelah pensiun sukses di dunia politik. Ia adalah George Weah.

Ia sekarang adalah Presiden Liberia dan pernah menjadi pemain pinjaman dari AC Milan di Chelsea pada putaran kedua musim 1999/2000. Di akhir masa peminjaman, The Blues tidak mempermanenkannya.

AC Milan lantas menjual George Weah ke Manchester City yang saat itu adalah tim promosi Premier League. Tapi, musim 2000/2001 tidak berjalan mulus dan George Weah hanya menjadi pemain cadangan sehingga ia memutuskan mundur pada Oktober 2000.

Berita Olahraga